Widget HTML #1

#2 Kategori Siswa yang Layak Menerima Dana Bantuan PIP

#2-Kategori-Siswa-yang-Layak-Menerima-Dana-Bantuan-PIP

Siswa siapa saja yang berhak menerima bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP)? 

Pertanyaan di atas tersebut sering ditujukan ke Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) dan juga sering muncul di media sosial.

Semua tentang PIP sudah tercantum di Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 10 Tahun 2020 yang lantas petunjuk pelaksanaannya ditegaskan melalui Peraturan Sekretaris Jenderal Kemdikbud Nomor 7 Tahun 2021.

Ada 2 (dua) kategori peserta didik yang berhak menerima PIP, yaitu sebagai berikut: 

Pertama, siswa yang berasal dari keluarga yang tercatat di DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial.

Di DTKS itu ada 10 kategori atau desil dan yang berhak menerima PIP adalah pada desil 1-4, yakni sangat miskin, miskin,  hampir miskin dan rentan miskin.

Kedua,  adalah  masyarakat miskin/ rentan miskin namun karena berbagai hal tidak tercatat di DTKS, dan lantas diusulkan oleh dinas pendidikan atau pemangku kepentingan, seperti DPR atau Lembaga lainnya.

Ketepatan  sasaran penerima PIP dipengaruhi keakuratan data dari DTKS dan usulan dinas pendidikan dan pemangku kepentingan.
Mulai tahun 2021, banyak perubahan kebijakan terkait penyaluran bantuan PIP. Perubahan tersebut yakni, adanya dua jenis surat keputusan (SK), yakni SK Nominasi Penerima PIP dan SK Pemberian PIP. 

SK Nominasi Penerima PIP adalah SK penetapan peserta didik yang layak diberikan PIP namun belum aktivasi rekening, sedangkan SK Pemberian PIP adalah SK bagi peserta didik yang layak menerima PIP dan sudah mengaktivasi rekeningnya yang akan segera ditransfer dananya ke rekening bersangkutan.

Satuan pendidikan agar bisa membedakan dua SK tersebut. Untuk peserta didik yang baru menerima SK Nominasi harus segera mengaktivasi rekeningnya.

Kedua SK tersebut, bisa diunduh di aplikasi SiPintar yang dapat diakses dinas pendidikan dan sekolah.

Selanjutnya, di aplikasi SiPintar itu juga, pihak sekolah juga bisa mengunduh foto buku tabungan, lembar identitas,  riwayat transaksi, surat kuasa aktivasi dan surat kuasa penarikan dana.

Proses Penetapan Penerima PIP

Seleksi penerima manfaat PIP dimulai dari pemadanan data antara data dari DTKS dan Dapodik. 

Dari pemadanan data tersebut, Puslapdik melakukan verifikasi dan validasi terkait kelengkapan data dan kelogisannya sebelum dibuat SK Nominasi Penerima PIP.

Pada tahap berikutnya, Puslapdik dan bank penyalur juga melakukan verifikasi dan validasi terkait rekening penerima yang sudah diaktivasi.

Dari hasil verifikasi dan validasi  dan informasi bank penyalur itulah, Puslapdik menerbitkan SK Pemberian PIP untuk kemudian melakukan transfer dana.

Hal yang sama juga dilakukan pada calon penerima PIP dari usulan dinas pendidikan atau pemangku kepentingan, seperti DPR atau Lembaga lainnya.

Sebelum dinas pendidikan mengusulkan calon penerima PIP melalui aplikasi Sipintar, terlebih dahulu sekolah menandai status layak PIP peserta didik melalui Dapodik. 

Nama-nama peserta didik yang telah ditandai layak PIP akan muncul di Sipintar  untuk di verifikasi dan validasi oleh dinas pendidikan, kemudian diusulkan sebagai calon penerima PIP kepada Puslapdik.

Peruntukkan Dana Bantuan PIP

Sesuai dengan regulasi, dana bantuan PIP diberikan kepada peserta didik penerima manfaat untuk digunakan bagi keperluan pendidikan, seperti sebagai berikut:

  • Membeli buku dan alat tulis.

  • Membeli seragam dan perlengkapan sekolah.

  • Transportasi dari rumah ke sekolah.

  • Uang saku perserta didik.

  • Biaya kursus bagi peserta didik pendidikan formal.

  • Biaya praktik tambahan dan biaya magang.

Terima Kasih.

Post a Comment for "#2 Kategori Siswa yang Layak Menerima Dana Bantuan PIP"